Rabu, 18 Mei 2016

Memilih Sepeda

Panduan Memilih Sepeda

Berencana membeli sepeda? Atau kamu masih bingung untuk memutuskan membeli sepeda jenis apa? Setiap jenis sepeda memiliki spesifikasi dan peruntukan masing- masing. Ada beberapa jenis sepeda yang dikategorikan berdasarkan karakteristik medan yang dilalui. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis sepeda berdasarkan peruntukkannya:

Kategori sepeda

  • MTB: sepeda gunung yang multifungsi untuk medan offroad, jalan berbatu, dan lintas alam.

  • Road : sepeda balap yang ringan dengan ban licin untuk jalan raya, tidak untuk offroad dan jalan berbatu.

  • Urban : sepeda untuk pemakaian sehari-hari di dalam lingkungan perkotaan. Terdiri dari Citybike, Speed utility bike, Hybrid bike, Sepeda lipat , dan sepeda tandem

  • BMX / Dirtjump : sepeda yang digunakan untuk atraksi lompatan tinggi atau di bikepark.

  • Youth : sepeda untuk remaja dan anak-anak. Terdapat varian Road bike, MTB dan sepeda khusus anak-anak.

Tipe Sepeda:

  • Gravity : sepeda gunung (MTB) yang didesain untuk olahraga menuruni gunung (downhill) dengan kecepatan tinggi.

  • Trail : sepeda gunung (MTB) yang digunakan untuk menjelajah medan offroad khususnya terjal dan berbatu. Terdapat dua varian yaitu dengan suspensi tengah dan tanpa suspensi tengah.

  • Enduro : sepeda gunung (MTB ) yang didesain untuk menjelajah medan-medan offroad yang cukup ekstrem di pegunungan atau diluar perkotaan.

  • XC Race : sepeda gunung (MTB) yang didesain khusus untuk medan crosscountry dengan frame yang ringan dan mengutamakan kecepatan dalam berkendara. Tersedia dalam dua varian yaitu dengan suspensi tengah dan tanpa suspensi tengah

  • XC Sport : sepeda gunung (MTB) yang didesain mengikuti XC race dengan harga yang lebih terjangkau dan tetap tangguh untk menjelajah medan cross country.

  • Leisure : sepeda gunung (MTB) yang didesain dengan posisi duduk yang lebih tegak demi kenyamanan berkendara. Sepeda ini dapat digunanakan multifungsi baik di offroad maupun perkotaan.

  • Women : sepeda gunung (MTB) yang didesain khusus untuk pengendara wanita dengan berbagai kelebihan untuk memudahkan wanita, seperti jangkauan kemudi yang lebih dekat, desain yang memudahkan naik turun sepeda, serta kontrol kendali yang aman untuk wanita.

  • Race: sepeda balap (road race) yang didesain khusus untuk performance tinggi pada kecepatan saat kompetisi. Kokoh, ringan dan responsif untuk para pecinta kecepatan.

  • Endurance: sepeda balap (road race) yang didesain khusus dengan posisi duduk yang lebih tegak untuk meningkatkan kenyamanan saat melakukan perjalanan yang lebih jauh dalam touring atau sekear melatih endurance.

  • Flatbar : sepeda balap (road race ) yang didesain khusus dengan handlebar yang lurus agar posisi berkendara dapat lebih tegak untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

  • Hybrid : sepeda khusus yang didesain dengan geometri frame sepeda gunung (MTB) tetapi dengan roda 700C seperti pada sepeda balap (road race). Sepeda ini menawarkan pengalaman baru berkendara di perkotaan dengan kenyamanan dan kecepatan yang sesuai dengan medannya.

  • Speed Utility bike (SUB) : sepeda untuk perkotaan yang gaya dan minim perawatan. Dilengkapi dengan belt sebagai pengganti rantai serta internal gear akan mengurangi kebisingan saat berkendara dan tentunya bebas perawatan.

  • City : sepeda yang paling banyak digunakan di perkotaan atau perumahan. Dengan accessories seperti keranjang, lampu, dan carrier belakang, sepeda citybike tipe Sierra menjadi pilihan terutama untuk komuter jarak dekat dan aktivitas sehari-hari. Terdapat pula seri Zenith yang penuh gaya dengan ban 700C , Belt drive sebagai pengganti rantai.

  • Tandem : sepeda unik yang didesain khusus untuk dua pengendara sekaligus. Sangat cocok untuk bersepeda di taman rekreasi atau di sekitar perumahan bersama pasangan atau keluarga tercinta.

  • Folding : sepeda lipat yang praktis dan inovatif bagi yang bermobiltas tinggi. Dapat dilipat dan disimpan dalam space yang terbatas sehingga pengalaman sepeda anda menjadi tak terbatas tempat manapun.

  • Dirt Jump : sepeda yang didesain khusus untuk melakukan atraksi lompatan tinggi. Dilengkapi dengan frame yang kokoh untuk meredam benturan saat sepeda kembali menyentuh tanah.

  • Freestyle : sepeda BMX yang didesain khusus untuk melakukan atraksi di medan datar di sekitar rumah, jalanan atau bike park. Dilengkapi dengan frame dan fork yang kokoh serta rim double wall 20” untuk menghadapi tantangan apapun.

  • BMX Race: sepeda BMX yang didesain khusus untuk race! Dengan material ALX yang ringan akan membawa anda ke podium dalam setiap lomba.

  • Road (Youth bikes) : sepeda balap (road race) yang didesain khusus untuk junior racer dengan frame ALX yang ringan dan roda 24 serta desain ruang kendali yang pas untuk stabilitas pengendalian dengan kecepatan tinggi.

  • MTB (Youth bikes) : sepeda gunung yang didesain khusus untuk junior rider. Tersedia dalam ukuran 24” dan 20” sesuai tinggi badan anak.

  • Kids (Youth bikes) : sepeda pemula bagi anak-anak umur 5-6 tahun agar mulai mencintai sepeda.


Setelah, menentukan jenis sepeda yang sesuai, Anda bisa memilih ukuran frame sepeda. Pengukuran ini dimaksudkan untuk menentukan ukuran frame sepeda yang pas agar nyaman dalam bersepeda. Frame terlalu besar atau terlalu kecil sangat tidak nyaman untuk dikendarai sehari-hari kecuali untuk kepentingan khusus misal freestyle, trial atau olahraga ekstrim. Variabel pengukurannya sendiri antara lain; tinggi badan/height dan panjang inseam atau jarak pangkal paha ke tanah. Pengukuran dapat  menggunakan penghitung atau tabel yang telah distandarisasi di bawah ini:

BIKE FITTING ROAD BIKE:

BikeFitting-Polygon-Roadbike

 

BIKE FITTING MTB:

 

Cara membaca tabel

-Cari tinggi (height) Anda di kolom sebelah kiri
-Untuk Road Bike dan MTB
       -Cari inseam Anda di bagian atas, baik inci atau sentimeter ( cm )
       -Cari dua kolom yang berpotongan, ini adalah ukuran umum frame Anda
-Ukuran frame yang tersorot (highlighted) kuning tua adalah ukuran yang paling ideal untuk tubuh Anda saat ini sedangkan yang tersorot kuning muda yaitu ukuran yang masih memungkinkan dipakai.
-Ukuran Crank / length juga ditampilkan di bagian paling bawah.
-Tergantung pada gaya saat Anda bersepeda, tipe tubuh, dan preferensi pribadi, Anda dapat memilih frame yang lebih kecil atau lebih besar , tetapi Anda dapat menggunakan ukuran ini sebagai titik awal.

 

Mengukur Tinggi Anda

-Pertama, lepas sepatu Anda.
-Berdiri dengan posisi punggung menempel dinding , posisi kaki dibuka dengan lebar kurang dari selebar bahu.
-Mintalah bantuan untuk mengukur tinggi Anda dari kaki sampai ke atas kepala Anda.
-Catat tinggi badan Anda dalam inci atau sentimeter (cm).


Mengukur inseam

-Panjang kaki atau bicycle inseam Anda berbeda dengan inseam di baju Anda ataupun ukuran celana jeans Anda.
-Mulailah dengan melepas sepatu Anda.
-Berdiri tegak diatas permukaan lantai yg rata dan keras.
-Renggangkan antar mata kaki +/- 5 cm.
-Buat tongkat kayu (+/- 30cm) untuk ditaruh diselangkang/pangkal paha.
-Ukur panjang inseam mulai dari dasar lantai s/d tongkat di selangkangan.
-Catat ukuran inseam Anda dalam inci ( di ) atau centimeter (cm).

Pada intinya pengukuran ini akan menghasilkan angka ukuran frame yang menggunakan metode C-T (Center to Top) yaitu menghitung jarak dari pusat Bottom Bracket (BB) hingga ujung atas seat tube. Selain itu juga menghasilkan angka ukuran crank yang dihitung dari poros crank (BB) hingga ke poros pedal, hal ini dimaksudkan agar pengendara lebih nyaman ketika mengayuh pedal.

Jadi, tentukanlah kebutuhan Anda sebelum memutuskan untuk membeli jenis sepeda agar kenyamanan dan keamanan bersepeda dapat maksimal.

Sumber: http://store-id.polygonbikes.com/panduan-memilih-sepeda.html

Tips Memilih Sepeda

Tips Membeli Sepeda

 

Jangan anggap enteng masalah ini. Memilih sepeda, khususnya sepeda gunung/MTB bukan hal sepele. Begitu memasuki toko sepeda ada beragam pilihan yang membingungkan. Tanpa pengetahuan memadai tentang sepeda bisa-bisa kita membeli sepeda yang tidak sesuai dengan fungsinya. Bagi yang berkantong tebal salah membeli sepeda tentu bukan problem serius. Tapi bagi mereka yang harus menabung sedikit demi sedikit untuk membeli sepeda, salah memilih adalah perkara besar.

Jangan sekali-kali membeli sepeda hanya karena senang pada bentuknya, tapi prioritaskan pada fungsi sepeda dan kebutuhan kita. Tentukan dulu penggunaannya untuk apa. Jangan sampai salah setting. Misalnya, ingin bike to work dengan jarak rumah ke kantor 40 km tapi yang dibeli sepeda BMX, atau mau ke gunung tapi yang dibeli city bike. Lebih sempit lagi, dalam dunia MTB misalnya, sepeda cross country dipakai untuk downhill, atau sepeda downhill dipakai dirtjump. Ada kasus frame cross country patah karena dipaksa bermain downhill.

BELI JADI ATAU MERAKIT?
Sepeda gunung bisa dibeli dalam bentuk sepeda jadi (full-bike) maupun rakitan yang komponennya kita tentukan sendiri. Sebagai pemula mana yang harus dipilih?

Pilihan pertama, membeli full-bike, berarti tinggal datang ke toko, pilih, bayar dan langsung pakai. Mudah sekali. Jika Anda tak mau repot, atau bersepeda bagi anda sekadar untuk berolah-raga dan sarana transportasi alternatif, maka membeli sepeda full-bike sangat cocok. Namun membeli full-bike juga membuat sepeda kita kurang memiliki nilai personal, karena pasti tidak sedikit orang lain yang memiliki sepeda sama dengan kita.

Pilihan kedua, sepeda rakitan, berarti kita memilih komponen dan membangun sepeda sendiri. Memang lebih merepotkan. Tapi kelebihannya, sepeda rakitan memiliki nilai kepuasan tersendiri bagi pemiliknya karena sesuai dengan keinginan dan gaya pribadi. Faktor yang harus diperhatikan dalam merakit adalah kita harus faham kecocokan dari masing-masing komponen. Membeli sepeda secara rakitan karenanya kurang disarankan bagi pemula. Para pemula yang ingin merakit sepeda sendiri sangat disarankan mengajak pesepeda yang lebih senior. Proses perakitannya juga sebaiknya diserahkan kepada tokonya, kita hanya sekadar memilih komponennya saja.

Untuk masalah kualitas, sebetulnya sama saja antara beli jadi dengan rakitan. Tetapi untuk masalah harga, dengan tingkat komponen setara, biasanya sepeda full-bike lebih murah. Kenapa? Karena sepeda full-bike diproduksi secara masal, sehingga bisa menekan biaya produksi. Kecuali bila kita merakit sepeda dengan memakai frame bajakan (generik), maka harga sepeda rakitan jelas lebih murah. Frame bajakan adalah frame sepeda gunung dengan merk terkenal (misalnya Specialized, Schwinn, Kona, dll.) tapi sebenarnya bukan buatan pabrik tersebut. Harga frame bajakan bisa 1/10 frame aslinya.

HARDTAIL ATAU FULL-SUSPENSION?
Sepeda gunung ada yang dilengkapi suspensi depan saja (hardtail), ada juga yang sekaligus memiliki suspensi depan dan belakang (full-suspension/fulsus). Jika kita baru memulai hobi ini, mana yang harus dipilih?

Ketika menanyakan hal ini biasanya para pemula akan disarankan memulai dengan hardtail. Alasannya antara lain agar para pemula terlebih dulu membiasakan diri dengan sepeda yang lebih ringan, efisien dalam mengayuh, mudah dalam pengendalian dan sederhana dalam perawatan. Baru setelah jam terbangnya dengan hardtail cukup banyak dapat beralih ke fulsus.

Saran ini sekarang mungkin sudah kurang relevan lagi, meskipun juga tidak salah. Mengapa? Karena, saat ini telah banyak sepeda fulsus yang memiliki performa dan efisiensi mendekati hardtail. Terutama pada sepeda ‘kelas atas’. Jadi, bila bujetnya memang sudah tersedia, tidak ada salahnya langsung mencoba fulsus. Begitu pula bagi orang-orang yang baru memulai bersepeda di usia 30-an ke atas, memilih fulsus akan membuat bersepeda menjadi lebih nyaman. Tentunya, yang dipilih bukan fulsus ‘asal jadi’ dengan efek bobbing besar (biasanya produk Cina), karena justru akan menyengsarakan dan jangan-jangan malah akan membuat kapok bersepeda. Efek bobbing adalah rantai mengendor dan mengencang akibat gerakan suspensi belakang, membuat kayuhan menjadi berat dan energi kita terbuang percuma.

Tetapi satu hal yang pasti, untuk pemula yang baru pertama kali membeli MTB, belilah sepeda cross country terlebih dahulu. Baik hardtail maupun fulsus. Jangan membeli sepeda freeride, apalagi downhill.

TENTUKAN DULU ANGGARAN BELANJA SEPEDA ANDA
Agar tidak salah dalam menentukan pilihan, sebaiknya tentukan dulu berapa bujet belanja sepeda anda, baru kemudian cari sepeda yang sesuai dengan anggaran kita itu. Jika bujetnya cuma 800 ribu rupiah, carilah sepeda seharga itu. Jangan mudah tergiur dan kebablasan membeli sepeda di atas bujet yang disiapkan. Yang di rumah bisa mencak-mencak karena jatah bulanan berkurang.

Memang, semakin mahal harga sebuah sepeda semakin baik pula kualitasnya. Pepatah ‘harga tidak akan menipu’ dan ‘ada harga ada rupa’ berlaku dalam membeli sepeda. Namun memiliki sepeda murah tidak berarti pemiliknya hina, memiliki sepeda mahal juga tidak menandakan pemiliknya mulia. Ini hanya masalah seberapa tebal kantong anda.

Sama seperti membeli handphone. Bagi yang gajinya 1,5 juta perbulan, handphone seharga 350 ribu sudah mencukupi. Tapi bagi yang penghasilannya 10 juta sebulan tentunya tidak. Membeli sepeda bisa juga dianalogikan dengan membeli mobil. Mobil mulai dari harga belasan juta hingga miliaran rupiah tersedia. Sepeda pun, dari yang berharga 500 ribuan hingga puluhan juta rupiah ada.

Daripada mempersoalkan gengsi, lebih penting bagi anda yang kurang beruntung secara finansial untuk membuktikan bahwa meski dengan sepeda murah tapi anda lebih jago di tanjakan, lebih piawai di medan offroad, dan lebih kuat endurance-nya. Sambil, tentu saja, sisihkan sebagian penghasilan anda agar ke depannya dapat mengupgrade sepeda anda atau membeli sepeda yang lebih sesuai dengan keinginan.

BAGAIMANA HARGANYA?
Sepeda gunung bisa dibeli mulai dari harga 700 ribu hingga puluhan juta rupiah. Kualitas bahan, fitur dan desainnya lah yang membedakan. Sepeda gunung seharga 700 ribu framenya masih terbuat dari besi, sedangkan yang puluhan juta berbahan serat karbon, bahan yang sama dengan pesawat terbang. Bagi kebanyakan orang, frame berbahan aluminium sudah mencukupi. Tetapi sekadar saran, jika bujet Anda mencukupi, jangan membeli sepeda gunung dengan harga di bawah 1 juta rupiah. Untuk pemula yang sekadar ingin bicycling for fun, sepeda berharga 1,5 – 3 juta rupiah sudah sangat mumpuni. Kecuali jika Anda sudah mulai serius menekuni hobi ini dan menjadi kecanduan berat, sepeda seharga 10 juta rupiah pun masih dirasa kurang.

KLASIFIKASI SEPEDA GUNUNG BERDASARKAN FUNGSI
Setidaknya ada 5 jenis sepeda gunung berdasarkan fungsinya, yaitu:

a. Cross country (XC)
Dirancang untuk lintas alam ringan hingga sedang. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh dan menanjak di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan.

b. All mountain (AM)
Dirancang untuk lintas alam berat seperti naik turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Keunggulan all mountain ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Hampir semua sepeda AM bertipe full-suspension.

c. Freeride (FR)
Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (lompatan) tinggi dan kondisi ekstrim sejenisnya. Bodinya kuat namun tidak secepat dan selincah all mountain karena bobotnya yang lebih berat. Kurang cocok untuk dipakai jarak jauh.

d. Downhill (DH)
Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi suspensi belakang untuk meredam benturan yang sering terjadi. Sepeda DH tidak mengutamakan kenyaman mengayuh karena hanya dipakai untuk turun gunung. Sepeda downhill juga lebih mengacu pada lomba, sehingga selain kekuatan, yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah bagaimana agar dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka namun diangkut dengan mobil. Tidak efisien dipergunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.

e. Dirtjump (DJ)

Nama lainnya adalah urban MTB. Penggemar jenis ini awalnya adalah anak muda perkotaan yang menggunakan sepeda gunung selain sebagai alat transportasi, ngebut di jalanan kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan ekstrim. Fungsinya mirip BMX namun dengan bentuk yang diperbesar.

 

Sumber: https://kanisiusbicycleclub.wordpress.com/tips-membeli-sepeda/